KOTA BATU - PortalJTV – Kinerja pembangunan Kota Batu sepanjang 2025 menunjukkan akselerasi yang tidak bisa dianggap biasa. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto, berbagai indikator strategis daerah bergerak ke arah yang semakin solid dan terukur.
Tak sekadar klaim, capaian tersebut dipaparkan langsung dalam rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di hadapan DPRD Kota Batu beberapa waktu lalu.
Nurochman yang akrab disapa Cak Nur, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi titik awal penting dalam pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Tahun ini bukan sekadar transisi, tetapi fondasi arah pembangunan jangka panjang Kota Batu.
“Tahun 2025 merupakan tahun pertama pelaksanaan RPJMD Kota Batu 2025–2029,” tegasnya.
Ia juga menggambarkan kondisi dasar daerah yang menopang pembangunan. Kota Batu saat ini terdiri dari tiga kecamatan, 19 desa, dan lima kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 225.323 jiwa. Penyelenggaraan pemerintahan didukung oleh 4.543 ASN, yang menjadi motor penggerak pelayanan publik.
Namun yang paling mencolok adalah capaian indikator makro yang menunjukkan tren positif.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batu berhasil menembus angka 80,35, naik dari 79,69 pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi indikator kuat meningkatnya kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun daya beli.
“Kenaikan ini mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat di berbagai dimensi,” jelas Nurochman.
Di saat yang sama, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 2,86 persen, turun dari 3,06 persen pada 2024. Penurunan ini menunjukkan bahwa intervensi kebijakan pemerintah mulai menyentuh kelompok masyarakat paling rentan.
Tak hanya itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga ikut menurun menjadi 3,53 persen. Tren ini sejalan dengan mulai pulih dan bergeraknya sektor pariwisata serta jasa pendukung sebagai tulang punggung ekonomi Kota Batu.
“Sektor unggulan daerah tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi,” imbuhnya.
Pertumbuhan ekonomi Kota Batu pada 2025 tercatat sebesar 4,85 persen. Meski sedikit terkoreksi dibanding tahun sebelumnya, angka ini tetap menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah tekanan global dan kebijakan efisiensi nasional.
Bahkan, PDRB per kapita atas dasar harga berlaku mengalami lonjakan menjadi Rp105 miliar, tumbuh 5,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp99 miliar.
Dari sisi fiskal, kinerja keuangan daerah juga menunjukkan stabilitas yang kuat. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,09 triliun atau 99,20 persen dari target. Pendapatan tersebut ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp302 miliar serta transfer pusat sebesar Rp789 miliar.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp1,1 triliun atau 89,16 persen, yang diarahkan untuk mendukung sektor-sektor prioritas pembangunan.
Capaian tersebut tidak berdiri sendiri. Berdasarkan evaluasi RPD 2022–2026, sejumlah target pembangunan bahkan berhasil dilampaui. IPM yang ditargetkan 77,8 justru terealisasi di angka 80,35. Angka kemiskinan yang ditargetkan 3,93 persen berhasil ditekan hingga 2,86 persen.
Namun di balik capaian tersebut, pemerintah juga mencatat adanya tantangan. Rasio ketimpangan (Gini Ratio) meningkat menjadi 0,347 dari sebelumnya 0,327. Hal ini menjadi catatan penting agar pembangunan ke depan semakin inklusif dan merata.
“Kenaikan ini menjadi perhatian kita bersama agar pembangunan ke depan semakin inklusif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Batu, Arif Purwanto, menyebut capaian ini sebagai hasil dari kerja kolektif yang terstruktur.
“Indikator makro menunjukkan tren positif. Ini mencerminkan bahwa program pembangunan yang dijalankan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Aries Setiawan. Ia menilai capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk pembangunan berkelanjutan.
“Ini bukan akhir, tapi pijakan. Fokus ke depan adalah memastikan pembangunan semakin merata dan inklusif,” katanya.
Dengan kombinasi capaian makro yang membaik, stabilitas fiskal, serta penguatan sektor pelayanan dasar, kepemimpinan Nurochman–Heli mulai menunjukkan hasil yang terukur.
Bukan sekadar menjaga ritme pembangunan, tetapi mendorong lompatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. (Rafli)
Editor : JTV Malang



















